Mifda News, Wajak – Kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H di MI Literasi Miftahul Huda terus berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Memasuki hari ketiga, kegiatan dilaksanakan pada Jum’at, (06/03/2026) di halaman madrasah dengan fokus pada penguatan pemahaman siswa tentang sejarah turunnya Al-Qur’an serta keutamaan tadarus di bulan Ramadhan.
Kegiatan diawali dengan pembiasaan literasi pagi yang telah menjadi budaya madrasah. Seluruh siswa mengikuti rangkaian kegiatan berupa sholat dhuha berjamaah, pembacaan Asmaul Husna, serta doa bersama. Suasana religius di pagi hari ini menjadi pembuka yang menumbuhkan semangat spiritual sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan dalam beribadah.
Setelah kegiatan pembiasaan, rangkaian Pesantren Ramadhan dilanjutkan dengan penyampaian materi utama tentang sejarah turunnya Al-Qur’an atau peristiwa Nuzulul Qur'an, yang menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Para siswa diajak memahami bagaimana wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, sekaligus memahami makna dan hikmah turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia.
Untuk memaksimalkan pemahaman siswa, penyampaian materi dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai jenjang kelas.
Kelompok A yang terdiri dari siswa kelas 1 dan 2 dibimbing oleh Imam Syafi’i, S.Pd.I. Dalam sesi ini, materi disampaikan dengan pendekatan cerita dan dialog interaktif agar mudah dipahami oleh siswa usia dini. Mereka diperkenalkan kisah turunnya Al-Qur’an secara sederhana serta diajak untuk mencintai kegiatan membaca Al-Qur’an sejak dini.
Kelompok B yang terdiri dari siswa kelas 3 dan 4 mendapatkan materi dari H. Ridlo’I, S.Pd.I. Pada sesi ini, siswa mulai diajak memahami proses turunnya Al-Qur’an secara bertahap serta pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber ilmu dan pedoman kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kelompok C yang terdiri dari siswa kelas 5 dan 6 dibimbing oleh Syarif Hidayatulloh, M.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau menguraikan lebih mendalam tentang sejarah turunnya Al-Qur’an, hikmah diturunkannya secara berangsur-angsur, serta berbagai keutamaan tadarus Al-Qur’an selama bulan Ramadhan.
Para siswa juga diajak untuk memahami bahwa Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak tilawah dan tadarus. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi Al-Qur’an di lingkungan madrasah.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak aktif mengikuti pembelajaran, baik melalui sesi tanya jawab maupun diskusi ringan bersama pemateri. Panitia Pesantren Ramadhan juga memberikan motivasi kepada siswa agar menjadikan kegiatan tadarus sebagai kebiasaan harian, tidak hanya selama Ramadhan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan hari ketiga ini, MI Literasi Miftahul Huda berharap para siswa semakin memahami makna Ramadhan sebagai bulan Al-Qur’an, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap tilawah dan pembelajaran Al-Qur’an. Dengan demikian, Pesantren Ramadhan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi sarana pembinaan karakter religius serta penguatan budaya literasi Islami di madrasah.
🟢 Reporter: Tim Jurnalistik MI Literasi Miftahul Huda
📍 Jl. Sumber Ilmu, Sumbernongko, Sumberputih, Wajak
-----------------------------------------------------------------------------
"MADRASAH MAJU BERMUTU MENDUNIA"
MI LITERASI MIFTAHUL HUDA
JALAN SUMBER ILMU SUMBERNONGKO SUMBERPUTIH
KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG 65173
JAWA TIMUR - INDONONESIA
#mifdawajak #madrasahliterasi #literasi #gelem #gerakanliterasimadrasah
1.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar