Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Guru dan Murid MI Literasi Miftahul Huda Ikuti Survei SAHABAT KBC
MI Literasi Miftahul Huda, Wajak — MI Literasi Miftahul Huda berpartisipasi dalam pelaksanaan survei SAHABAT KBC (Sistem Analisis Humanis Berbasis Transparansi Kurikulum Berbasis Cinta) pada Kamis, (15/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di laboratorium komputer MI Literasi Miftahul Huda dengan melibatkan sembilan murid kelas IV–VI dan satu guru yang terpilih sebagai peserta pengisian survei.
Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya pengumpulan informasi mengenai pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah. Melalui survei ini, pengalaman dan perspektif warga madrasah diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pemahaman, perencanaan, pelaksanaan, serta pengembangan budaya pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai cinta.
Peserta survei ditentukan berdasarkan ketentuan sampling sebesar 5% dari jumlah murid kelas IV–VI dan 5% dari jumlah guru. Di MI Literasi Miftahul Huda, sembilan murid dan satu guru terpilih untuk berpartisipasi dalam pengisian instrumen survei tersebut.
Pelaksanaan survei di laboratorium komputer memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan tanggapan melalui pengisian instrumen secara digital. Keterlibatan murid dan guru menjadi penting karena keduanya memiliki pengalaman langsung dalam proses pendidikan dan pembelajaran di madrasah.
Mengevaluasi Pelaksanaan KBC secara Menyeluruh
Survei SAHABAT KBC mencakup delapan dimensi evaluasi, yaitu pemahaman, perencanaan, implementasi, budaya, dukungan, refleksi, dampak, dan kemitraan. Kedelapan dimensi tersebut berkaitan dengan upaya melihat pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta secara menyeluruh, mulai dari pemahaman terhadap konsep dan nilai-nilainya hingga penerapan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan.
Dimensi pemahaman dan perencanaan berkaitan dengan kesiapan warga madrasah dalam mengenali serta merancang kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai KBC. Sementara itu, dimensi implementasi dan budaya menyoroti penerapan nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran, interaksi sosial, dan pembiasaan positif di madrasah.
Adapun dimensi dukungan, refleksi, dampak, dan kemitraan memberikan perhatian pada ketersediaan dukungan dalam pelaksanaan program, evaluasi terhadap proses yang telah berjalan, perubahan yang diharapkan, serta keterlibatan berbagai pihak dalam membangun ekosistem pendidikan yang positif.
Melalui dimensi-dimensi tersebut, survei diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk memahami pelaksanaan KBC sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih dapat diperkuat.
Menguatkan Lima Pilar Panca Cinta
Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta erat kaitannya dengan nilai-nilai Panca Cinta yang menjadi landasan pembentukan karakter peserta didik. Lima nilai tersebut meliputi Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama Manusia, serta Cinta Tanah Air.
Nilai Cinta Allah dan Rasul-Nya diwujudkan melalui penguatan keimanan, ibadah, dan akhlak mulia. Cinta Ilmu mendorong tumbuhnya semangat belajar, rasa ingin tahu, dan budaya literasi. Cinta Lingkungan mengajak murid untuk menjaga kebersihan, merawat alam, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Sementara itu, Cinta Diri dan Sesama Manusia menumbuhkan sikap menghargai diri sendiri, empati, kepedulian, dan sikap saling menghormati. Adapun Cinta Tanah Air menguatkan semangat kebangsaan, penghargaan terhadap keberagaman, serta tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.
Bagi MI Literasi Miftahul Huda, nilai-nilai tersebut relevan dengan upaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan akhlak, dan tumbuhnya kepedulian sosial.
Partisipasi sebagai Bagian dari Perbaikan Berkelanjutan
Keikutsertaan guru dan murid dalam survei SAHABAT KBC merupakan bentuk partisipasi madrasah dalam mendukung proses evaluasi pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta. Masukan dari responden diharapkan dapat menjadi bagian dari gambaran yang lebih luas mengenai pengalaman belajar, praktik pendidikan, serta penguatan nilai-nilai cinta di lingkungan madrasah.
Evaluasi yang melibatkan perspektif guru dan murid memiliki arti penting karena keberhasilan penerapan kurikulum tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh pengalaman nyata dalam proses pembelajaran dan interaksi sehari-hari.
Melalui partisipasi ini, MI Literasi Miftahul Huda terus mendukung pengembangan pendidikan yang humanis, reflektif, dan berorientasi pada pembentukan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, serta memiliki kecintaan terhadap lingkungan dan tanah air.
Semangat Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan dapat terus tumbuh melalui kolaborasi seluruh warga madrasah, sehingga nilai-nilai Panca Cinta tidak berhenti sebagai konsep, tetapi menjadi bagian dari budaya dan praktik pendidikan sehari-hari.
🟢 Reporter: Tim Jurnalistik MI Literasi Miftahul Huda
📍 Jl. Sumber Ilmu, Sumbernongko, Sumberputih, Wajak
-----------------------------------------------------------------------------
"MADRASAH MAJU BERMUTU MENDUNIA"
MI LITERASI MIFTAHUL HUDA
JALAN SUMBER ILMU SUMBERNONGKO SUMBERPUTIH
KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG 65173
JAWA TIMUR - INDONONESIA
#mifdawajak #madrasahliterasi #literasi #gelem #gerakanliterasimadrasah
